Ok pertama-tama mulai dari pronunciation Selvage atau Selvedge adalah sama.
Selvedge adalah untaian atau uliran pinggir yg paralel. tujuan dari pembuatan selvedge untuk menghindari kain yang sudah di tenun agar tidak dedel atau tenunnannya tidak terlepas. Untuk itu setiap pinggirnya akan di woven.
Untuk industri besar terutama bagi mills yg sudah mengunakan Big Loom atau machinery loom akan tidak dapat memproduksi selvedge line.
Biasanya old mesin tenun dari tahun perakitan 1890-1930 masin tenunnya masih bisa membuat selvedge line.
Ok, kenapa selvedge kok warnanya beda?
Begini, di setiap denim mills terutama yg memproduksi sekala besar mereka akan membuat Color Band atau Color code untuk membedakan satu jenis fabric dengan lainnya. Maka dari itu kalo elo liat Selvedge line ada yg merah, ungu, biru, hijau dll.
Originally Levis selalu memakai Red Selvedge karen itu trade mark mereka. Kalo Samurai ada kawat silver linenya.
Kenapa Denim yg memiliki selvedge sangat Special?
Pertama, penampilan yg keren dan cool, terutama saat kamu cuff your jeans up.
Kedua, denim ini sangat jarang alias rare dan special karena di buat oleh mesin tenun yg sudah berumur sangat tua.
ketiga, orang menial ini fabric sangat Authentic, original dan vintage look serta memiliki karakter vintege look yang sangat kuat dari pada non selvedge denim.
Namun di dunia perindustrian yg sudah maju saat ini, sudah banyak denim mills yang dapat juga membuat selvedge denim dengan baik serta kekuatan yg sama seperti mesin tenun tua.
beberapa negara seperti China, Thailand, India sudah mampu membuat selvedge line dengan sangat baik.
Namun sekali lagi Authenticness dan originalitas akan lebih baik.
Di manakan selvedge itu berasal?
Ok ini orang masih banyak punya asumsi yg salah tentang asal selvedge line.
selvedge line itu berasal dari Amerika or USA tahun 1800an. Awalnya orang2 Amerika memperkenalkan metode ini karena dulu belum ada mesin Obras. Oleh karena itu merek menutup pinggir fabric supaya hasil tenunnya tidak dedel atau lepas.
Di era penrindustrian yg di mulai 1930s, di mana pabrik2 denim di Amerika mulai memakai mesin loom yg otomatis atau yang lebih maju.
Nah orang2 jepang saat itu mulai membeli beberapa mesin dr USA, dan sampai sekarang masih di lestarikan di Jepang terutama di desa Okaya atau Rempuya dan mesin loom itu sudah puluhan tahun masih di pakai.
Nah hasil produksi dari old loom itu hanya bisa menghasilkan lebar denim 70-80 cm saja lho karena jaman dulu ngak bisa bikin denim lebar2 heheh…nih ada contoh dari stock yg ada di Massa.
